Mungkin kita pernah bertanya-tanya, kenapa setelah berhijrah, berusaha mengubah hidup agar lebih sejalan dengan ketentuan Islam, bukan kemudahan yang diperoleh, tapi justru sebaliknya berbagai kesulitan yang dihadapi. Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan,

إنك لن تدع شيئاً لله عز وجل إلا بدلك الله به ما هو خير لك منه

“Sesungguhnya Allah akan menggantikan sesuatu yang Anda tinggalkan karena Allah dengan sesuatu yang lebih baik.” [Shahih. HR. Ahmad].

Keterangan ini mungkin bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Pertama
Coba cek niat kita ketika berhijrah. Benarkah sudah murni karena Allah? Karena janji yang disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalah hadits tersebut diperuntukkan bagi orang yang berhijrah lillah, karena Allah. Bukan tendensi yang lain. Jika ada niatan lain, mari coba diluruskan.

 

Kedua
Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Rabb-mu adalah (Pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar. Sungguh, Rabb-mu setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [an-Nahl: 110].

Dalam ayat di atas, Allah menerangkan adanya ujian, karenanya diterangkan ada upaya berjihad dan bersabar setelah melakukan hijrah.

Adanya ujian juga menunjukkan bahwa kita ini sedang dicintai Allah seperti yang dikatakan Nabi. Jadi, tetap berbesar hati jangan pesimis.

 

Ketiga
Ganti dari Allah, bisa sejenis dengan sesuatu yang ditinggalkan, boleh jadi tidak sejenis dengan itu.

Ibnu al-Qayyim mengatakan,

وقولهم من ترك لله شيئا عوضه الله خيرا منه : حق ، والعوض أنواع مختلفة ؛ وأجلّ ما يعوض به : الأنس بالله ومحبته ، وطمأنينة القلب به ، وقوته ونشاطه وفرحه ورضاه عن ربه تعالى

“Benarlah apa yang dikatakan para ulama, “Setiap orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya akan memperoleh ganti yang lebih baik dari-Nya*.”
Ganti dari Allah pun bermacam-macam. Dan ganti terbaik adalah merasa tenteram bersama Allah; mencintai-Nya; ketenangan hati bersama-Nya; di mana kekuatan, semangat, kegembiraan, dan keridhaannya diperuntukkan kepada Allah ta’ala. [al-Fawaid].

 

Keempat
Ganti hal tersebut bisa diberikan Allah di dunia seperti yang diterangkan Ibnu al-Qayyim,

لما عقر سليمان بن داود عليهم السلام الخيل التي شغلته عن صلاة العصر ، حتى غابت الشمس : سخر الله له الريح يسير على متنها حيث أراد. ولما ترك المهاجرون ديارهم لله ، وأوطانهم التي هي أحب شيء إليهم : أعاضهم الله أن فتح عليهم الدنيا ، وملكهم شرق الأرض وغربها

“Ketika Sulaiman bin Dawud alaihimus salam menyembelih kuda yang telah menyibukkannya sehingga lupa menunaikan shalat Ashar hingga matahari terbenam, maka Allah memberinya kemampuan untuk mengendalikan angin yang bisa dikendarai sekehendak hati.
Demikian juga, ketika kaum Muhajirin meninggalkan kampung halaman mereka karena Allah, meninggalkan tanah kelahiran yang dicintai, Allah menggantikan dengan menaklukkan dunia bagi mereka dan menguasakan mereka penjuru dunia, di Timur dan di Barat.” [Raudhah al-Muhibbin].

 

Kelima
Ganti dari Allah tidak selalu berupa sesuatu yang konkrit seperti harta dan yang semisal. Terkadang Allah memberikan ganti dengan rezeki berupa derajat yang tinggi dalam hal keimanan l, yakin, dan ridha atas takdir-Nya. Pernah ditanyakan pada seorang yang zuhud karena penampilannya yang kumal,

من ترك شيئا لله عوضه الله خيرا منه ، وأنت تركت الدنيا فماذا عوضك الله!

“Bukankah Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik jika meninggalkan sesuatu karena Allah. Lihat kondisi anda, anda meninggalkan dunia, apa yang anda peroleh dari Allah sebagai ganti?!”

Maka orang yang zuhud itu menjawab,

الرضى بما أنا فيه

“Gantinya adalah ridha atas kondisi yang saya alami.” [Shifat ash-Shafwah].

 

Keenam
Boleh jadi Allah memberi ganti kelak di akhirat. Dan balasan kenikmatan di akhirat, betapa pun sedikitnya, lebih besar daripada kenikmatan dunia yang paling besar.

Ibnu Daqiq al-Ied mengatakan,

فمن المعلوم أن جميع ما في الدنيا لا يساوي ذرة مما في الجنة

“Jamak diketahui bahwa seluruh kenikmatan yang ada di dunia tidak setara dengan kenikmatan surga dalam kadar terkecil.” [Fath al-Bari].

Seorang yang bertakwa dan berilmu tentu tidak memprioritaskan dan lebih mementingkan ganti di dunia. Bagi mereka fokus perhatian dan puncak keinginannya adalah meraih ganti di akhirat. Bahkan, ketika memperoleh ganti di dunia, sebagian orang shalih merasa bahwa mereka termasuk orang-orang yang disegerakan kebaikannya di dunia sehingga mengurangi jatah kebaikan yang akan diperoleh di akhirat.

Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu berkata ketika dihidangkan makanan untuknya,

قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَكَانَ خَيْرًا مِنِّي فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مَا يُكَفَّنُ فِيهِ إِلاَّ بُرْدَةٌ وَقُتِلَ حَمْزَةُ أَوْ رَجُلٌ آخَرُ خَيْرٌ مِنِّي فَلَمْ يُوجَدْ لَهُ مَا يُكَفَّنُ فِيهِ إِلاَّ بُرْدَةٌ لَقَدْ خَشِيْتُ أَنْ يَكُونَ قَدْ عُجِّلَتْ لَنَا طَيِّبَاتُنَا فِي حَيَاتِنَا الدُّنْيَا ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِي

“Mush’ab bin Umair telah terbunuh dan dia lebih baik dariku, sementara ketika terbunuh tak ada sesuatu yang dapat mengafaninya kecuali kain selimut. Hamzah juga telah terbunuh, dia lebih baik dariku, dan tak ada sesuatu yang dapat mengafaninya kecuali kain selimut. Sungguh saya khawatir amal kebaikan-kebaikan kami segera diberikan di kehidupan dunia ini.” Kemudian Abdurrahman bin Auf menangis dan tidak jadi menyantap makanan yang telah dihidangkan.” [Shahih. HR. al-Bukhari].
Demikian yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat.

═══ ¤❁✿❁¤ ═══
📖 Daftar Broadcast Belajar Tauhid
Ketik nama lengkap-daerah-BT
Contoh: Boris-Jakarta-BT
kirim ke 087871995959
═══ ¤❁✿❁¤ ═══
💛 Facebook: Belajar Tauhid
📷 Instagram: Belajar Tauhid
✉ Telegram: https://t.me/belajartawhid
═══ ¤❁✿❁¤ ═══

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s