Salman radhiallahu ‘anhu berkata,

دخل رجل الجنة في ذباب، ودخل رجل النار، مر رجلان على قوم قد عكفوا على صنم لهم وقالوا: لا يمر علينا اليوم أحد إلا قدم شيئاً. فقالوا لأحدهما: قدم شيئاً فأبى فقتل، وقالوا للآخر: قدم شيئاً فقالوا: قدم ولو ذبابا فقال: وأيش ذباب؟! فقدم ذبابا فدخل النار، فقال سلمان: فهذا دخل الجنة في ذباب ودخل هذا النار في ذباب

Ada orang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada pula orang yang masuk neraka karena seekor lalat. Dahulu ada dua orang yang melewati kaum yang beri’tikaf pada suatu berhala. Mereka mengatakan, ‘Hari ini tidak ada yang boleh melewati tempat kami kecuali dia memberikan persembahan pada berhala. Mereka pun berkata pada salah satu dari kedua orang tersebut, ‘Persembahkanlah kurban kepadanya.’ Namun dia menolak dan akhirnya dibunuh. Kemudian mereka berkata kepada seorang yang lain, ‘Persembahkanlah kurban, meski dengan seekor lalat.’ Orang itu berkata, ‘Boleh berkurban meski dengan seekor lalat apa pun?!’ Dia pun mempersembahkan seekor lalat dan akhirnya masuk neraka. Maka yang satu masuk surga karena lalat, dan yang satu lagi masuk neraka karena lalat.”
.
[Shahih. HR. Ibnu Abi Syaibah].

Faidah dari riwayat di atas:

#1

Menyembelih dan perbuatan yang semakna dengannya seperti melakukan persembahan, tumbal, atau sesajen adalah ibadah. Jika itu semua diniatkan kepada selain Allah maka termasuk kesyirikan.

#2

Menyembelih kepada selain Allah merupakan perbuatan yang diharamkan, bahkan termasuk syirik akbar.

#3

Sabar dan konsisten di atas tauhid adalah sebab masuk ke dalam surga.

#4

Syirik merupakan sebab utama yang dapat membatalkan keislaman seseorang dan menyebabkannya masuk ke dalam neraka.

#5

Betapa penilaian akal manusia tidak bisa dijadikan tolok ukur secara mutlak. Dalam riwayat di atas, menyembelih kepada selain Allah boleh jadi dianggap remeh karena yang dikurbankan sekadar seekor lalat, namun dalam pandangan syari’at hal tersebut tetap dosa besar karena melanggar hak Allah yang paling asasi.

#6

Terkadang suatu dosa yang dianggap remeh bisa menyebabkan seseorang terjerumus dalam kebinasaan.

#7

Batilnya pendapat yang menyatakan bahwa seorang muslim tidak dapat batal keislamannya. Orang yang masuk neraka dalam riwayat di atas berstatus muslim, namun menjadi kafir karena kurban lalat yang dipersembahkan kepada berhala.

#8

Berdasarkan riwayat ini sebagian ulama menyatakan bahwa salah satu ketentuan syari’at umat sebelum umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak adanya dispensasi atas seorang yang  mengucapkan dan melakukan kekufuran meski mendapatkan ancaman pembunuhan. Berbeda dengan dispensasi yang diberikan pada umat ini, di mana seseorang boleh mengucapkan dan melakukan kekufuran jika ada pemaksaan yang membahayakan jiwa selama hati tenang di atas keimanan.

#9

Sebagian orang memiliki semangat dan kesabaran yang tinggi untuk membela keimanan dan tauhid meski harus mengorbankan keselamatan diri sendiri. Semoga Allah mengokohkan keimanan kita.

#10

Riwayat ini membuktikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan neraka lebih dekat pada diri seseorang daripada tali sandalnya. Hal ini tentu memotivasi setiap muslim agar terus waspada dalam setiap perilakunya sehingga tidak tergelincir dan terjatuh dalam kesyirikan. Dan kewaspadaan itu dapat terwujud dengan mempelajari hakikat tauhid dan kesyirikan.

Semoga Allah mengokohkan keimanan kita di atas tauhid.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s