*Mudah Belajar Fikih*

*Kitab Thaharah*

*Bab Pertama: Hukum-hukum yang berkaitan dengan thaharah dan air*

*Pembahasan keempat: Hukum Menggunakan Air Musta’mal untuk Bersuci*

Status air musta’mal* untuk bersuci adalah suci lagi menyucikan, dapat digunakan untuk mengangkat hadats dan menyingkirkan najis, selama salah satu sifatnya (warna, bau dan rasa) tidak berubah.

Hadits yang menunjukkan kesuciannya adalah:

– Hadits Miswar, beliau mengatakan,
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berudhu, para sahabat hampir salimg membunuh karena memperebutkan bekas wudhu beliau.” [HR. al-Bukhari].

– Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mencipratkan air bekas wudhu beliau ke Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu ketika sakit [HR. al-Bukhari].

Kalau air musta’mal tersebut adalah najis tentu hal di atas tidak diperkenankan

Selain itu:
– Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan istri beliau juga berwudhu dengan menggunakan air yang berada dalam bejana tempat minum [HR. al-Bukhari].

– Nabi shallallahu ‘alai wa sallam juga pernah mandi dan berwudhu dengan air bekas mandi junub yang berada di baskom [Shahih. HR. at-Tirmidzi].

Pada dua contoh di atas jelas pasti terdapat tetesan air bekas bersuci dari orang yang menggunakan sebelumnya.

Demikian pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
“Sungguh seorang mukmin tidaklah najis.” [HR. Muslim].

Dengan demikian air yang suci dan menyucikan tidaklah kehilangan sifat thahuriyah-nya (sifat menyucikan) dengan sekadar menyentuhnya.

*Catatan:*
*air yang jatuh dari anggota badan orang yang berwudhu atau mandi

**Ulama berbeda pendapat terkait status air musta’mal, yaitu air yang telah digunakan untuk mengangkat hadats dan menghilangkan najis, namun tidak berubah sifat (rasa, warna dan bau).

Ulama Hanafiyah berpendapat boleh bersuci dengan air musta’mal, baik untuk bersuci dari najis maupun hadats [Fath al-Qadir 1/89-90 dan Badai’ ash-Shanai’ 1/66-67]. Dan ini pendapat yang mu’tamad di kalangan Hanafiyah.

Ulama Malikiyah berpendapat air mus’tamal statusnya suci dan menyucikan, namun makruh digunakan untuk mengangkat hadats dan mandi mustahab apabila kuantitasnya sedikit dan alternatif media bersuci yang lain tersedia. Namun, mereka tidak memandang makruh jika digunakan untuk menghilangkan najis [asy-Syarh ash-Shaghir 1/56 dan Hasyiyah ad-Dasuqiy 1/37].

Ulama Syafi’iyah menyatakan statusnya suci namun tidak dapat digunakan untuk menyucikan [al-Umm 8/100 dan al-Majmu’ 1/202]. Dan hal ini juga merupakan pendapat imam Abu Hanifah rahimahullah [Syarh fath a’-Qadir 1/87 dan al-Mabsuth 1/46].

Ulama Hanabilah memiliki dua riwayat dalam hal ini. Riwayat pertama menyatakan air musta’mal suci namun tidak menyucikan, tidak bisa digunakan untuk mengangkat hadats dan menghilangkan najis. Ini pendapat yang zhahir dalam madzhab Hanabilah. Sedangkan riwayat yang kedua menyatakan status air musta’mal adalah suci dan menyucikan. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Taimiyah [al-Mughni 1/18-21, al-Inshaf 1/35-36, Majmu’ al-Fatawa 20/519].

Pendapat terakhir inilah yang tepat karena hukum asalnya adalah air tersebut tetap dalam kondisi suci dan menyucikan kecuali terdapat dalil yang memalingkan kondisi tersebut. Selain itu, air musta’mal merupakan air yang suci dan digunakan untuk menyucikan anggota tubuh yang juga hukumnya suci sebagaimana perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada salah satu istrinya, ketika beliau diberitahu bahwa air yang hendak digunakan beliau adalah air bekas mandi janabah, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
“Sesungguhnya air itu tidaklah junub.” [HR. at-Tirmidzi].

Wallahu a’lam.

Silakan dishare. Semoga bermanfaat.

*Sumber:*
al-Fiqh al-Muyassar fi Dhau al-Kitab wa as-Sunnah.
Al-Fiqh al-Muyassar.
Mausu’ah Ahkam ath-Thaharah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s