Jalan Terbaik Menasehati Penguasa

Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhailiy

*Pertanyaan*
Semoga Allah senantiasa memberi kebaikan kepada Anda, Syaikh. Kami ingin agar Anda menjelaskan kepada kami perihal manhaj ahli sunnah dalam menasehati penguasa ketika muncul berbagai kemungkaran?

*Jawaban*
Manhaj ahli sunnah wal jama’ah sangat jelas bahwa salah satu prinsip pokok mereka adalah bersikap ikhlas terhadap penguasa dan menasehati mereka.

*Bersikap ikhlas yang dimaksud adalah dengan:*
*- mendengar dan menaati mereka dalam perkara yang baik, bukan perkara kemaksiatan, dan*
*- tidak memuji dengan sesuatu yang tidak mereka miliki*

Dengan begitu, salah satu prinsip pokok ahli sunnah wal jama’ah adalah tidak memuji atas sesuatu yang bukan menjadi prestasi mereka. Oleh karena itu, kami berpandangan sikap sebagian saudara kami yang memuji penguasa atas sesuatu yang tidak mereka kerjakan sebagai suatu kesalahan dalam agama karena dapat menyebabkan manusia berpaling dari kebenaran.

Ulama telah menegaskan bahwa salah satu bentuk interaksi ikhlas kepada penguasa adalah tidak memujinya atas sesuatu yang tidak dimiliki, pujian hanya diberikan atas prestasi yang memang dikerjakannya. Ini arti dari berinteraksi secara ikhlas dengan mereka. Dan juga bagi orang yang mampu harus menasehati mereka, di mana dilihat dari sisi logika dan agama, nasihat itu memang patut diberikan kepada setiap manusia dengan memperhatikan kedudukan mereka.

Namun, tentu seorang yang berakal sepakat bahwa cara menasehati ayah berbeda dengan cara menasehati anak. Demikian juga, orang berakal mengetahui cara menasehati waliyul amri tidak bisa disamakan dengan cara menasehati orang awam. Waliyul amri punya kedudukan. Dan untuk menjaga kewibawaannya terdapat maslahat yang patut dijaga ketika menasehatinya.

*Oleh karena itu syarat dalam menasehati waliyul amri -penguasa- menurut ahli sunnah wal jama’ah adalah dengan memperhatikan kedudukan mereka, yaitu dengan menasehati mereka secara rahasia dalam perkara yang berada dalam kewenangannya atau menyampaikan hal tersebut melalui orang yang akan menasehatinya secara rahasia. Apabila penguasa menerima nasehat tersebut, alahamdulillah. Dan kalau pun tidak diterima , maka kewajiban untuk menasehati telah ditunaikan.*

Hal di atas ditunjukkan oleh hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan juga dipraktikkan para sahabat beliau radhiallahu anhum.

*Terdapat satu kondisi yang dikecualikan dalam hal ini, yaitu ketika kemungkaran dilakukan di depan penguasa dan pihak yang ingin mengingkari memiliki pengaruh/kedudukan dan tidak ada kekhawatiran terjadinya fitnah pada manusia jika nasehat disampaikan. Dalam kondisi ini, tidak mengapa pengingkaran dilakukan dengan segera seperti yang dipraktikkan sebagian sahabat radhiallahu anhum.*

Adapun pengingkaran yang dilakukan di atas mimbar-mimbar, chanel youtube (termasuk di dalamnya medsos-pent) atau forum kajian, hal tersebut tidaklah termasuk manhaj ahli sunnah wal jama’ah.

*Baik. Pertanyaan yang berkembang, apabila kita menasehati waliyul amri secara rahasia, apakah berarti kita diam terhadap kemungkaran yang tersebar di tengah-tengah manusia?*

*Jawabannya: Kita tidak diam. Kita tetap mengingkari kemungkaran tersebut, namun tanpa menghubungkannya dengan waliyul amri.*

Ahli sunnah wal jama’ah mengatakan berinteraksi riba dengan bank ribawi adalah perbuatan yang diharamkan. Tidak boleh bagi Anda berinteraksi riba dengan bank tersebut. Perbuatan tersebut merupakan kemungkaran.

Ahli sunnah wal jama’ah dalam hal ini akan menemui dan menasehati waliyul amri dan menyampaikan, “Bebaskan negeri Anda dari kemungkaran ini.” Dengan demikian, mereka menasehati secara rahasia jika nasehat tersebut disampaikan kepada waliyul amri. Namun , dalam mengingkari kemungkaran dan mendidik manusia mereka terang-terangan melakukannya tanpa menghubungkan kemungkaran tersebut dengan waliyul amri (di hadapan manusia).

Inilah manhaj yang dapat mewujudkan maslahat, tapi hal ini tentu tidak sejalan dengan keinginan orang yang ingin menjadi “lalat bangkai” dan ingin dipuji. Dan umumnya orang yang hanya menyampaikan pengingkaran di hadapan manusia, di belakang waliyul amri, tidak menyampaikan pengingkarannya tersebut di hadapan waliyul amri.

Saya sering menyampaikan satu kalimat yang dulu disampaikan oleh salah seorang ulama senior kepadaku. Beliau menyampaikan,

*”نحن إذا كنّا مع ولي أمرنا -وفّقه الله- كنّا للنّاس، وإذا كنا مع الناس كنا لولي الأمر”.*

*”Apabila kami tengah berada di hadapan waliyul amri, semoga Allah memberi taufik kepada mereka, kami berusaha membela kepentingan rakyat. Dan jika tengah berada di hadapan rakyat kami berusaha menjaga kehormatan waliyul amri.”*

Mereka berbuat hal itu karena memang tidak bertujuan diakui sebagai pahlawan. Mereka hanyalah menginginkan kebaikan. Para ulama mengatakan, “Apabila kami menghadap waliyul amri, semoga Allah memberi taufik kepada mereka, kami berusaha membela kepentingan rakyat. Kami menyebutkan berbagai kezhaliman dan kemungkaran yang ada kepada penguasa. Kami menasehati dan menjelaskan hal itu di hadapan mereka. Dan apabila kami selesai menghadap mereka dan kembali berada di tengah rakyat, kami berusaha menjaga kehormatan waliyul amri dengan mendorong manusia untuk tetap mendengar dan menaati dalam perkara yang bukan kemaksiatan. Tetap memerintahkan rakyat untuk bersikap tenang. Dengan begitu, waliyul amri dan rakyat tetap dalam kondisi yang baik. Atau para ulama berusaha -dan hasil berada di tangan Allah- untuk memperbaiki kondisi waliyul amri dan rakyat. Inilah manhaj ahli sunnah wal jama’ah.

Ahli sunnah wal jama’ah dalam menerapkan manhaj beragama memperhatikan seluruh dalil dan mengumpulkan kandungannya sehingga di dalamnya terkumpul kebaikan dan petunjuk bagi umat.”

Link rekaman jawaban Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhailiy: http://cutt.us/kvDPo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s