Apabila orang awam meminta fatwa tentang permasalahan agama kepadamu, jawablah dengan pendapat yang menurutmu paling kuat.

Apabila pendapat yang anda pandang rajih tersebut berbeda dengan pendapat yang dipegang mayoritas penduduk, jawablah pertanyaannya secara berdua, dengan catatan perbedaan pendapat yang ada terkait masalah tersebut bersifat ijtihadiyah dan tidak bertentangan dengan dalil. Anda bisa berkata kepadanya, “Fatwa ini rahasia antara diriku dan dirimu.”

Akan tetapi jika pendapat yang dipegang oleh mayoritas penduduk ternyata menyelisihi dalil, silakan berfatwa terang-terangan tanpa perlu ada kekhawatiran. Tidak perlu anda menyebutkan khilaf yang ada karena akan membingungkan mereka. Itulah mengapa orang awam sering berkata, “Jika anda hendak membuat orang lain bingung, silakan munculkan opsi yang banyak.”

Oleh karena itu kami senantiasa mengingatkan kepada para penuntut ilmu bahwa anda tidak perlu menjelaskan khilaf yang terjadi di antara ulama kepada orang awam karena dapat membingungkan mereka.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s