~ Ketika Allah menutup satu pintu rezeki darimu, tetaplah berusaha dan berbaik sangka kepada-Nya ~

Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata,

 فَإِن الرزق وَالْأَجَل قرينان مضمونان، فَمَا دَامَ الْأَجَل بَاقِيا كَانَ الرزق آتِيَا، وَإِذا سد عَلَيْك بِحِكْمَتِهِ طَرِيقا من طرقه، فتح لَك برحمته طَرِيقا أَنْفَع لَك مِنْهُ

“Sungguh rezeki dan ajal merupakan dua hal yang sangat berkaitan dan telah dijamin. Selama ajal masih tersisa, niscaya rezeki akan mendatangi. Apabila ternyata Allah menutup salah satu jalur rezeki darimu karena suatu hikmah, maka yakinlah Dia akan membukakan jalur rezeki lain yang lebih bermanfaat untukmu karena kasih sayang-Nya.” [al-Fawaaid].

——————————–

Benar apa yang disampaikan beliau. Terkadang Allah menghalangi manusia dari sesuatu yang diinginkan karena Dia ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Semua itu karena hikmah, kelembutan, dan kasih sayang-Nya.

Hal tersebut ditunjukkan Allah dalam beberapa firman-Nya, di antaranya,

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [an-Nisaa : 32].

Pada ayat di atas, Allah melarang untuk iri hati, berangan-angan yang tiada manfaat, namun Allah membukakan pintu karunia dan kebaikan yang beragam. Kita tinggal meminta.

Dalam ayat yang lain Allah ta’ala berfirman kepada nabi Musa ‘alaihissalam yang memohon agar dia mampu melihat-Nya,

قَالَ يٰمُوسَىٰٓ إِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِى وَبِكَلٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ الشّٰكِرِينَ

“Hai Musa, sesungguhnya Aku melebihkanmu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” [al-A’raaf : 144].

Allah ta’ala tidak memenuhi apa yang dipinta Musa, namun Allah memberitahukan bahwa dia telah diberi dua karunia yang tidak diberikan kepada manusia yang lain di masa itu, yaitu anugerah berupa risalah kenabian dan karunia untuk berbicara langsung kepada Rabb alam semesta.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s