Ibnu al-Qayyim berkata,

إن كل من أعرض عن شيء من الحق وجحده ، وقع في باطل مُقابل لما أعرض عنه من الحق وجحده ، حتى في الأعمال ، من رغب عن العمل لوجه الله وحده ابتلاه الله بالعمل لوجوه الخلق ، فرغب عن العمل لمن ضَره ونفعه وموته وحياته وسعادته بيده ، فابتليَ بالعمل لمن لا يملك له شيئاً من ذلك . وكذلك من رغب عن إنفاق ماله في طاعة الله ابتُليَ بإنفاقه لغير الله وهو راغم

“Setiap orang yang berpaling dari kebenaran dan menentangnya akan terjerumus dalam suatu kebatilan sebagai bentuk kompensasi atas sikapnya yang tidak mengacuhkan dan menentang kebenaran.

Ketentuan itu pasti terjadi, bahkan nampak dalam aktivitas. Seorang yang enggan beramal dengan ikhlas demi mengharap Wajah-Nya semata akan diuji Allah dengan beramal demi meraih simpati/ridha makhluk. Dengan begitu, dia enggan untuk beramal kepada Allah, di mana kemanfaatan, kerugian, kematian, dan kehidupannya justru terletak di Tangan-Nya. Dan dia diuji dengan malah beramal kepada orang yang tidak memiliki saham dalam hal itu semua. Demikian pula seorang yang enggan menginfakkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah, akan diuji dengan menghabiskan hartanya itu demi selain Allah dan dia pun merugi karenanya.”

[Madaarij as-Saalikiin]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s