Ibnu al-Qayyim berkata,

ولما كان طالب الصراط المستقيم طالب أمر أكثر الناس ناكبون عنه ، مريدا لسلوك طريق مرافقه فيها في غاية القلة والعزة ، والنفوس مجبولة على وحشة التفرد ، وعلى الأنس بالرفيق ، نبه الله سبحانه على الرفيق في هذه الطريق ، وأنهم هم الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا فأضاف الصراط إلى الرفيق السالكين له ، وهم الذين أنعم الله عليهم ، ليزول عن الطالب للهداية وسلوك الصراط وحشة تفرده عن أهل زمانه وبني جنسه ، وليعلم أن رفيقه في هذا الصراط هم الذين أنعم الله عليهم ، فلا يكترث بمخالفة الناكبين عنه له ، فإنهم هم الأقلون قدرا ، [ص: 46 ] وإن كانوا الأكثرين عددا ، كما قال بعض السلف : ” عليك بطريق الحق ، ولا تستوحش لقلة السالكين ، وإياك وطريق الباطل ، ولا تغتر بكثرة الهالكين ” ، وكلما استوحشت في تفردك فانظر إلى الرفيق السابق ، واحرص على اللحاق بهم ، وغض الطرف عمن سواهم ، فإنهم لن يغنوا عنك من الله شيئا ، وإذا صاحوا بك في طريق سيرك فلا تلتفت إليهم ، فإنك متى التفت إليهم أخذوك وعاقوك

Karena mereka yang memohon diberi petunjuk kepada jalan yang lurus (ash-shirath al-mustaqim) adalah mereka yang meminta sesuatu di mana manusia banyak yang menyimpang darinya; menginginkan meniti suatu jalan di mana teramat sedikit yang menemani, sehingga yang menemani pun memiliki kemuliaan yang sangat tinggi; karena jiwa-jiwa manusia tercipta khawatir akan kesendirian dan teramat butuh ditemani, maka Allah ta’ala mengingatkan perihal teman karib yang akan menemaninya di jalan yang lurus tersebut. Teman karib itu adalah mereka yang telah diberi kenikmatan oleh Allah dari kalangan para Nabi, ash-shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih*. Mereka inilah teman karib yang terbaik.

Maka Allah menyandarkan jalan yang lurus kepada teman karib yang meniti di atasnya, yaitu mereka yang telah diberi kenikmatan oleh Allah agar rasa takut terasing dari masyarakat dan kerabat sirna dari diri orang yang memohon hidayah dan meniti jalan yang lurus. Dan juga agar dia tahu bahwa teman karibnya di jalan yang lurus ini adalah mereka yang telah diberikan kenikmatan oleh Allah.

Dengan demikian, dia tidak perlu risau karena berbeda dengan orang-orang yang menyimpang dari jalan yang lurus tersebut, karena sesungguhnya mereka itu minoritas dari segi kualitas meskipun dari segi kuantitas mereka mayoritas. Seperti yang dikatakan sebagian salaf, “Ikutilah jalan kebenaran dan jangan takut karena minimnya orang yang mengikuti jalan tersebut. Dan jauhilah jalan kebatilan dan jangan terpedaya karena banyaknya orang yang mengikuti.”

Setiap kali anda merasa risau karena merasa sendiri dalam meniti jalan yang lurus, lihatlah teman karib yang terlebih dahulu meniti jalan kebenaran, bersemangatlah untuk menyusul mereka, dan jangan hiraukan orang-orang selain mereka. Sejatinya, mereka tidaklah mampu menangkal siksa Allah dari dirimu.

Apabila mereka meneriakimu tatkala anda tengah meniti jalan yang lurus, janganlah menoleh ke arah mereka karena ketika anda menoleh, mereka tentu akan mencegat dan menghambat perjalananmu.”

[Madaarij as-Saalikiin].

NB:
*Lihat surat an-Nisaa : 69.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s