Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuturkan,

على قدر ثبوت قدم العبد على هذا الصراط الذي نصبه الله لعباده في هذه الدار، يكون ثبوت قدمه على الصراط المنصوب على متن جهنم، وعلى قدر سيره على هذا الصراط يكون سيره على ذاك الصراط؛ فمنهم من يمر كالبرق، ومنهم من يمر كالطيف، ومنهم من يمر كالريح، ومنهم من يمر كشد الركاب، ومنهم من يسعى سعيًا، ومنهم من يمشي مشيًا، ومنهم من يحبو حبوًا، ومنهم المخدوش المسلَّم، ومنهم المكدوس في النار

“Keteguhan langkah hamba dalam meniti ash-Shirath yang terbentang di atas neraka Jahannam bergantung pada kadar keteguhan dirinya dalam meniti jalan agama yang ditetapkan Allah di dunia ini.

Dan kecepatannya dalam menempuh ash-Shirath bergantung pada kadar pelaksanaan ajaran agama yang dilakukan.

Oleh karenanya, mereka yang meniti ash-Shirath akan memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Di antara mereka ada yang melintasi ash-Shirath secepat kilat, secepat angin, secepat kuda yang berlari, secepat orang yang berlari atau berjalan, dan ada yang melintasinya dengan merayap.

Di antara mereka ada yang tubuhnya tercabik oleh gancu-gancu pengait yang terdapat di kedua sisi ash-Shirath, namun dia mampu selamat dan di antara mereka ada yang akhirnya terjungkal ke dalam neraka.”

[Madaarij as-Saalikiin].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s