Segala ketetapan syari’at dalam agama ini mesti mengandung ‘illah (alasan pensyari’atan sesuatu). Namun terkadang, mereka yang mengetahuinya teramat sedikit. Berikut 5 faidah mengenal ‘illah yang kami sadur dari kitab Manzhumah Ushulil Fiqh wa Qawa’idihi karya al ‘Allamah Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah. Semoga bisa bermanfaat dan memompa semangat kita untuk menelaah berbagai karya para ulama.

Mengenal ‘illah dari suatu ketetapan syari’at merupakan perkara yang patut dipahami oleh penuntut ilmu agama. Tidak hanya dalam satu permasalahan, namun hendaknya dia mengetahui ‘illah dari berbagai permasalahan agama. Mengapa demikian? Jawabnya, karena memahami ‘illah akan membuahkan berbagai faidah bagi yang mengetahuinya. Di antaranya sebagai berikut:

Pertama

Seorang yang mengetahui ‘illah dari suatu permasalahan agama akan mengetahui keluhuran ajaran Islam. Dia akan mengetahui bahwa seluruh ajaran yang disyari’atkan dalam Islam mesti memiliki sebab yang menjadi landasan penetapannya, dia tahu bahwa seluruh ajaran agama ini tentu mengandung hikmah. Namun, terkadang ‘illah tersebut dapat diketahui dan terkadang tidak diketahui, terkadang sebagian manusia tahu akan ‘illah tersebut dan sebagian lagi tidak tahu akan hal itu. Terkadang ‘illah tersebut tak dapat dijangkau oleh akal manusia yang terbatas, namun kita tahu bahwa Allah ta’ala tidaklah mensyari’atkan sesuatu kecuali hal tersebut mengandung hikmah.

Sebagian ahli fikih rahimahullah menamakan ‘illah yang tersembunyi, yaitu hikmah yang tidak dapat dijangkau oleh akal manusia, dengan istilah ta’abbudi, maksudnya hikmah  pensyari’atan hal tersebut adalah dalam rangka melakukan penghambaan kepada Allah ta’ala.

Sebagai contoh, sebagian ahli fikih mengatakan bahwa ‘illah dari batalnya wudhu dikarenakan memakan daging unta adalah ta’abbudi, karena kita tidak tahu alasan mengapa daging unta bisa membatalkan wudhu. Kita hanya tahu bahwa terdapat dalil yang menerangkan hal itu, namun kita tidak tahu mengapa daging unta bisa membatalkan wudhu?

Akan tetapi, sebagian ulama mengatakan bahwa ‘illah akan permasalahan itu ada. Mereka mengemukakan alasan mengapa memakan daging unta bisa membatalkan wudhu. Hal itu dikarenakan unta memiliki karakter syaithaniyah, sombong, dan kasar. Oleh karena itu, penggembala unta pada umumnya memiliki karakter yang serupa dengan unta. Hal ini telah disinyalir dalam beberapa hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya adalah

الفخر والخيلاء في الفدادين أهل الوبر والسكينة في أهل الغنم

“Keangkuhan dan kesombongan dijumpai pada penggembala unta, sedangkan kesantunan dijumpai pada penggembala domba.”[1]

Di dalam hadits yang lain disebutkan bahwa unta memiliki karakter yang serupa dengan setan, sehingga dengan memakannya akan memberikan pengaruh pada tubuh dan perangai manusia. Oleh karena itu, dengan berwudhu, segala pengaruh tersebut akan ternetralisir.

Kedua

Apabila kita mengetahui ‘illah suatu kasus, maka kita dapat menganalogikan hukum kasus yang pertama pada kasus lain yang memiliki ‘illah yang sama. Dan qiyas (analogi) merupakan salah satu dalil dalam agama kita.

Ketiga

Seorang yang mengetahui ‘illah akan bertambah tenang dan mantap dalam berkomitmen dengan berbagai hukum syari’at, karena ia tahu mengapa Allah mensyari’atkan hukum tersebut. Dengan demikian, dia akan bertambah tenang, gembira, dan senang tatkala mengerjakan berbagai perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya.

Keempat

‘Illah merupakan dalil logis. Apabila anda mengetahuinya, maka anda dapat memuaskan orang lain yang belum terpuaskan dengan keterangan yang berasal dari Al Quran dan hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat ini, kita sangat butuh untuk tahu akan hal ini. Sebab, saat ini mayoritas manusia mendebat anda meski anda telah membawakan berbagai dalil dari Al Quran dan hadits. Apabila Allah menganugerahkan anda kemampuan untuk mengetahui ‘illah, hikmah, dan rahasia yang terkandung dalam hukum-hukum syari’at, maka anda dapat memuaskan orang lain yang baru terpuaskan melalui penjelasan dari sisi

Kelima

Seorang yang mengetahui ‘illah suatu hukum syari’at pastilah memiliki kapabilitas dan kompetensi yang tinggi dalam ilmu syari’at. Jika anda ingin bukti akan hal ini, maka silahkan membaca karya-karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Lihatlah, bagaimana beliau mampu memaparkan berbagai dalil logis dan argumen hanya dalam satu permasalahan. Dengan membaca karya beliau, anda akan tahu kadar keilmuan yang dimilkinya.

Catatan kaki:

[1] HR. Bukhari: 3308.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s