Setelah melakukan sujud kedua pada raka’at kedua, seorang yang shalat disyari’atkan untuk melakukan tasyahhud awal.

Poin penting yang patut diperhatikan pada momen tersebut adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menilai tasyahhud sebagai momen yang sangat penting. Beliau mengajari para sahabat dan senantiasa mengulangnya agar mereka mampu mempraktekkan lafadz dan memahami makna tasyahhud dengan baik.

Hal ini didukung oleh pernyataan sahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

علمني رسول الله ﷺ التشهد، كفي بين كفيه كما يعلمني السورة من القرآن

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tasyahhud kepadaku, sementara kedua telapak tanganku berada di antara kedua telapak tangan beliau. Beliau mengajarkan tasyahhud seperti mengajarkan salah satu surat al-Quran.” [Shahih. HR. al-Bukhari dan Muslim].

Sahabat Ibnu Abbas radhiallahuma ‘anhuma berkata,

كان رسول الله ﷺ يعلمنا التشهد كما يعلمنا السورة من القرآن

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan tasyahhud kepada kami seperti ketika mengajarkan salah satu surat dalam al-Quran.” [Shahih. HR. Muslim].

Perkataan para ulama sahabat di atas menunjukkan bahwa setiap orang yang shalat sepatutnya menghafal lafadz tasyahhud dengan tepat dan memahami kandungan maknanya.

Insya Allah makna yang terkandung dalam lafadz tasyahhud akan dijelaskan secara ringkas pada artikel selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s