Dalam posisi duduk di antara dua sujud, seseorang disyari’atkan untuk mengucapkan dzikir “رَبِّ اغفرْ لي” [Wahai Rabb-ku ampunilah aku] berulang kali, meminta pada Allah untuk mengampuni seluruh dosanya, baik yang kecil maupun yang besar.

Akar kata dari “غَفَر” berpulang pada kata “الستر” dan “التغطية” yang berarti menutup. Seperti perkataan, “لبس الجنديُّ المِغْفر”, tentara itu mengenakan al-mighfar”.
al-Mighfar (helm) adalah sejenis pakaian yang digunakan prajurit untuk menutup kepalanya sehingga terjaga dari serangan musuh.

Pertanyaan bagi kita:
* Apakah ketika shalat kita menghadirkan makna ini (berupa permintaan agar Allah menutupi berbagai dosa) ketika mengucapkan dzikir tersebut?
* Bahwa kita memiliki dosa yang banyak, baik kecil maupun besar, di mana kita berharap agar Allah berkenan mengampuninya?
* Ataukah dzikir tersebut hanya sepintas terucap tanpa diiringi kesadaran dan perenungan?

Dr. Umar al-Muqbil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s