Syarat-syarat Takfir Mu’ayaan

oleh : Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Jibrin

Beberapa persyaratan untuk memvonis kafir seorang muslim adalah :

Pertama : dia mengetahui bahwa perbuatan kekufuran yang dilakukannya tersebut diharamkan. Penjelasan hal ini akan dipaparkan dalam pembahasan salah satu faktor yang dapat menghalangi pengkafiran seseorang, yaitu kebodohan (al-jahl), yang merupakan lawan dari mengetahui (al-ilmu);

Kedua : sadar dalam melakukan kekufuran tersebut[1];

Ketiga : tidak dalam kondisi dipaksa untuk mengucapkan atau melakukan suatu kekufuran seperti yang disebutkan dalam firman-Nya,

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar” [an-Nahl :106]. Hal ini merupakan kesepakatan di antara ulama.

Terdapat beberapa pendapat dan perincian dari para ulama perihal beberapa kondisi di mana seorang muslim yang dipaksa melakukan kekufuran, dapat diberikan udzur atau tidak; dan berbagai bentuk pemaksaan, apakah di dalamnya benar-benar terdapat kekhawatiran atas sesuatu yang benar-benar membahayakan seorang muslim atau tidak; serta beberapa persyaratan terkait pemaksaan seorang muslim dalam melakukan kekufuran[2].

Catatan kaki :

[1] Lihat al-Istighatsah 1/570, I’laam al-Muwaqqi’in 3/62, al-Bahr ar-Raa-iq 5/134, Majmu’ Fataawa Syaikh Ibn Utsaimin 2/125-126.

[2] Berbagai faktor yang menghalangi pemaksaan, berbagai perincian terkait bentuk-bentuk pemaksaan, beragam persoalan, dan perkataan ulama terkait hal tersebut dapat dilihat dalam Ta’zhiim Qadr ash-Shalah hlm. 930; al-Mughni 12/292-295; Shahih Bukhari disertai dengan Syarh Ibnu Baththal dalam kitab al-Ikraah 8/290-294; Fath al-Baari 12/311315; Shahih al-Bukhari disertai Syarh al-‘Aini 24/95-98; Tafsiir al-Qurthubi 3/432; Itsaar al-Haqq hlm. 395 dan 397;  al-Bahr ar-Raa-iq 5/134; Tafsir al-Qurthubi dan Ibn Katsir terhadap ayat ke-28 surat Ali ‘Imraan; Jaami’ al-‘Ulum wa al-Hikam penjelasan hadits ke-39; sabiil an-Najah wa al-Fakak (dalil ke-14); Manhaaj Ibn Taimiyah fi Mas-alah at-Takfiir 1/266-270; Dhawaabit at-Takfiir hlm. 365-385; Nawaaqidh al-Imaan al-I’tiqadiyah wa Dhawaabith at-Takfiir ‘inda as-Salaf 2/5-19.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s