Abu al-Abbas rahimahullah mengatakan,

كثيرا ما يقرن الناس بين الرياء والعجب ، فالرياء من باب الإشراك بالخلق ، والعُجْبُ من باب الإشراك بالنفس وهذا حال المستكبر

فالمرائي لا يحقق {إياك نعبد} والمُعجب لا يحقق {وإياك نستعين} ، فمن حقق{إياك نعبد} خرج من الرياء ، ومن حقق{وإياك نستعين} خرج عن الإعجاب .

Penyakit hati yang sering menghinggapi manusia adalah riya dan ujub.

Riya merupakan bentuk mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya. Adapun ujub (bangga diri) menjadikan diri sendiri sebagai tandingan/sekutu bagi Allah.

Seorang yang riya dalam amal shalih yang dikerjakan tidaklah merealisasikan firman Allah “إِيَّاكَ نَعْبُد” (hanya kepada-Mu kami menyembah). Dan seorang yang ujub tidaklah merealisasikan firman Allah وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan).

Setiap orang yang mampu mengamalkan firman Allah إياك نعبد akan terselamatkan dari penyakit riya. Dan setiap orang yang mampu mengamalkan firman Allah وإياك نستعين akan terbebas dari penyakit ujub.

[Majmu’ al-Fatawa dengan perantaraan Liyaddabbaruu Aayaatihi Vol. 7].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s