Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan,

(الحمدُ لِلَّـهِ رَ‌بِّ الْعَالَمِينَ)

الحمد هو المدح المقرون بالمحبة التامة والتعظيم التام ، وهذا مناسب جداً للوصف الذي جاء بعد الحمد(رب العالمين = الربوبية ) فإذا كان الله هو ربي العبد وجب عليه أن يحبه ، وإذا كان هو القادر على ذلك وجب عليه

Allah berfirman,”(الحمدُ لِلَّـهِ رَ‌بِّ الْعَالَمِينَ)”

Kata al-hamdu berarti al-madhu (pujian) yang diiringi rasa cinta dan pengagungan yang sempurna. Hal ini sangat sesuai dengan sifat rububiyah yang disebutkan pada redaksi setelahnya yaitu رَ‌بِّ الْعَالَمِينَ.

Apabila Allah adalah Rabb, Zat yang mengatur segala urusan setiap hamba, tentu sudah menjadi kewajiban bagi seorang hamba untuk mencintai-Nya.

Dan jika Allah mampu untuk melakukan hal tersebut , adalah wajib bagi setiap hamba untuk mengagungkan-Nya.”

[Bada-i’ al-Fawaaid dengan perantaraan Li Yaddabbaruu Aayaatihi Vol. 2].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s